KUE GAMBANG, DULU DAN SEKARANG
KUE GAMBANG, DULU DAN SEKARANG
Kue Gambang berasal dari Betawi, Jakarta. Kue ini sangat populer di jaman kolonial Belanda. Dahulu kue ini juga disajikan untuk para orang Belanda. Namun di Semarang ada kue tradisional yang serupa, yaitu Kue Ganjel Rel. Resep dan cara membuatnya pun sama. Yang membedakan hanya namanya saja.
Kue ini diberi nama "gambang" karena mirip dengan alat musik gambang kromong. Bentuknya yang panjang dan berwarna coklat terbuat dari besi sangat mirip dengan kue tradisional tersebut. Sehingga orang menamainya "Kue Gambang".
Warta Kota - Tribunnews.com
Apa itu Gambang Kromong?
Gambang keromong adalah sejenis orkes yang memadukan unsur gamelan dengan alat music Tionghoa, seperti sukong, tehyan, dan kongahyan. Sebutan gambang kromong diambil dari nama dua buah alat perkusi, yaitu gambang dan kromong.
Asal muasal terbentuknya orkes gambang kromong tidak lepas dari seorang pemimpin komunitas Tionghoa yang diangkat Belanda (kapitan Cina) bernama Nie Hoe Kong (masa jabatan 1736-1740)
Bilahan gambang yang berjumlah 18 buah, biasa terbuat dari kayu suangking, huru batu, manggarawan atau kayu jenis lain yang empuk bunyinya bila dipukul.
Kromong biasanya dibuat dari perunggu atau besi, berjumlah 10 buah (sepuluh pencon).
Kromong biasanya dibuat dari perunggu atau besi, berjumlah 10 buah (sepuluh pencon).
Tangga nada yang digunakan dalam gambang kromong adalah tangga nada pentatonik Cina, yang sering disebut salendro Cina atau salendro mandalungan.
Lagu-lagu yang dibawakan pada musik gambang kromong adalah lagu-lagu yang isinya bersifat humor, penuh gembira, dan kadangkala bersifat ejekan atau sindiran. lagunya dinyanyikan secara bergilir antara laki-laki dan perempuan sebagai lawannya.
Namun, karena banyaknya masyarakat asli Betawi yang sudah berpindah tempat tinggal membuat keberadaan kue yang sempat dinobatkan sebagai kue terenak di dunia ini hilang keeksisannya. Kawula muda pun banyak yang tidak mengetahui keberadaan dan nama dari kue tersebut.
Rabu, 23 Oktober 2019.
Nama : Dewi Rahmawati
Prodi : Ilmu Komunikasi
Dosen : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd

Comments
Post a Comment