HUMAN RELATION 10
Hari ini saya bekerja dan kembali lagi dengan kelas Bu Serepina. kami sempat tatap muka secara virtual namun karena terkendala teknis, akhirnya kami menyetujui melanjutkan via WA Grup. Bu Sere mengirim dan menjelaskan materi serta tugas yaitu sambung kata. wah! saya harus memutar otak dengan lumayan ekstra yaa heheh... Dari 40 kata yang beliau berikan, saya berhasil menyambung semua kata. namun melebihi waktu yang sudah ditentukan. jadi utk kuis dipertemuan ini, saya tidak dapat poin. tak apa tidak dapat poin, saya tetap bisa mendapatkan strategi untuk melatih kesigapan otak ketika mendapat tantangan. berikut kalimat yang sudah saya susun;
Komunikasi persuasi adalah komunikasi yang digunakan untuk mempengaruhi orang lain. Strateginya dapat menggunakan kekuatan dan bisa juga dengan mengeluarkan serangkaian tindakan behavioral atau perilaku manusia. Dalam menjalankan strategi untuk melakukan komunikasi persuasi, seseorang harus menjalani proses dan elaborasi untuk menganalisis dan melakukan suatu pembelajaran serta sebuah konsistensi agar dapat mempengaruhi orang lain. Ketika kita menyapaikan sesuatu pesan, harus memperhatikan psikologi kognitif, argumen, peripheral. Psikologi Kognitif, sebagai ilmu yang mempelajari penggunaan bahasa, daya ingat, persepsi dan kreatifitas. Argumen, sebagai cara utnuk mengemukakan pendapat, contoh dan alasan. Peripheral, sebagai perangkat tambahan yang membantu dalam membuat pesan agar sampai ke komunikan. Mempengaruhi orang lain atau konsumen harus berpikir menggunakan otak kanan (OKA), memahami unsur instrinsik seperti tema, konsep, alur. Hal ini dapat dilakukan jika kita memiliki ilmu pengetahuan, dorongan kuat untuk mengetahui sebuah isu, serta mengevaluasi melalui jejak rekam. Hubungan sosial perlu dijaga untuk menafsirkan eksentrik yang terjadi. Informasi dapat didapatkan melalui orang yang kritis terhadap suatu hal. Efek dari hubungan sosial yang dijaga dengan baik, akan mengakibatkan komunikasi interpersonal yang baik. Lalu berpikir menggunakan otak kiri (OKI), yang dimana berpikir lebih menggunakan logika rasional. Dengan adanya bahasa isyarat dalam sentral pembelajaran, akan meningkatkan kecerdasan yang memotivasi menggunakan komunikasi intrapersonal dalam diri komunikator tersebut. Pandangan baru seperti audio dalam menyampaikan pesan, afeksi yang berkaitan dengan emosi lalu gerakan dan simbol dapat disampaikan dalam pesan kritis.
sangat menyenangkan bukaannn~
Comments
Post a Comment