Ternyata Bikin Paspor Sangat izi pizi lemon squizi~
Kamis, 06 Februari 2020
Tepat aku libur bekerja. Memang sengaja aku mengambil libur di hari Kamis dan Minggu. Aku memutuskan untuk membuat paspor. Domisili ku berada di Jakarta Barat, karena aku ingin membuat paspor baru, kantor imigrasi yang harus aku datangi di daerah Pinangsia, Jakarta Barat. 2 hari sebelumnya aku sudah mendaftar antrian online via aplikasi Layanan Paspor Online.
Pukul 09.30 WIB aku sudah sampai di Kantor Imigrasi Kelas I. Begitu memasuki kantor itu aku langsung menuju meja resepsionis yang ada petugas imigrasi. Aku langsung mengutarakan jika ingin membuat paspor baru. Aku langsung diberi formulir dan segera mengisi. Dokumen yang aku siapkan yaitu Ijazah terakhir, KTM, KTP, KK dan Akta Kelahiran. Semua dokumen tersebut disiapkan dalam bentuk asli dan fotocopy.
Setelah selesai mengisi formulir, aku langsung diarahkan untuk ke ruangan tengah, di cek jadwal antrian online dah diberi map biru untuk tempat dokumen yang dibutuhkan. Lalu, dokumen di cek dan melewati tahap wawancara. Ditanya untuk apa membuat paspor dan kira-kira negara apa yang menjadi tujuan pertama. Lalu, pengambilan foto. Tunggu 5 menit untuk mendapatkan resi dan langsung melakukan pembayaran. Biaya yang dibayarkan Rp. 350.000.
Kemudian diberitahukan untuk menunggu paspor jadi sekitar 1-2 Minggu. Tgl 19 Februari 2020 aku pergi ke suatu tempat sebelum ke Kantor Imigrasi (Next blog). Sekitar jam 12 sampai disana. Oya, jangan lupa membawa resi pembayaran ya. Itu penting. Setelah menaruh resi pembayaran paspor di tempat yang sudah disiapkan, tidak sampai 5 menit aku langsung dipanggil oleh petugas dan dicek kembali apa sudah benar mengenai data-data. Setelah semua sudah di cek. Aku langsung bergegas pulang.
Dengan perasaan senang, karena aku berhasil mengurus dokumen seperti itu sendiri. Finally, yeyyy!!!!
Fyi, sebelum membuat paspor aku beberapa kali menonton di YouTube cara pembuatan paspor. Ada yang mengatakan kalau petugas imigrasinya judes, enggan membantu, tidak ramah. Ternyata ketika aku membuat, tidak se "wadaw" yang ku kira.
Comments
Post a Comment